google-site-verification=IVOqN9zefZ2xmz4Lr5KJUHKnhySjBo5yl3cZM-cxu8s -->

Cara Budidaya Tanaman Nilam Lengkap

Cara Budidaya Tanaman Nilam Lengkap

Nilam artinya salah satu tanaman perdu yg kini tak sedikit dilirik orang-orang sebagai alasannya mempunyai kualitas ekonimis yg lumayan tinggi. Keunggulan tanaman ini mempunyai multi fungsi dan kahsiat yg lumayan keren dibanding dengan tanaman perdu yg lainnya.

banyaknya permintaan minyak nilam di Indonesia maupun di luar Negeri menjadikan tanaman ini layaknya "primadona" yg tak sedikit dicari orang, bahkan yg mengelola minyak dari bahan dasar nilam ini tak sedikit perusahaan besar yang  yg akan terjadi akhirnya akan dikirim keluar negri alias menjadikan yg akan terjadi nilam ini menjadi komoditi ekspor.

Cara Budidaya Tanaman Nilam Lengkap

 

PERSIAPAN BIBIT

Bila ingin melakukan kegiatan pesemaian alias pembibitan jadi beberapa faktor yg wajib dipersiapkan antara lain lahan yg cukup, rnisalnya seluas 2.500 m2 untuk menangani kurang lebih 25 ha areal lahan yg akan ditanami, persiapan bibit berupa pohon nilam dari yg akan terjadi panen melalui jangka waktu 6-7 bulan, tenaga kerja untuk melakukan monitoring dan pemeliharaan, bahan baku berupa tanah yg subur, pasir, sekam, pupuk kandang, insektisida, bahan baku untuk pembuatan naungan berupa bambu dan atap pelindung, dan persiapan bahan baku polibag sebagai sarana penempatan bibit.

Adapun metode persemaian bisa dilakukan dengan 2 cara.

  • Cara pertama, bii setek dipotong kurang lebih 15-18 cm. Setelah itu, setek langsungdilaucapkan ke dalam polibag yg telah diisi dengan mein tanam. Media tanam terdiri dari campuran 100 kg tanah, 125 kg seism, 25 kg pasir, dan 100 kg pupuk kandang. Campuran tessebut didiamkan selagi 1-2 hari. Pemeliharaan bibit dalam pohlag ini cblakukan hingga berusia maksimum 2 bulan. Selanjutnya, bait bisa dipindahkan ke lahan perkebunan. Jumlah media tanam campuran tersebut dipakai untuk 26.000 polibag.
  • Cara kedua, bibit setek dipotong dengan panjang kurang lebih 12 cm-15 cm. Setelah itu, bibit direndam dalam pupuk cair organik perangsang akar tanaman (131) selagi 5 menit. Lalu bibit diikat dalam satuan 50 alias 100 batang dan disimpan di tempat yg sejuk selagi 15 hari. Saat akar serabut dan dam telah timbul jadi setek dipindahkan ke dalam polibag yg dilubangi sebanyak 2 alias 3 celah untuk menghindari adanya tabrakan dengan akar yg telah hidup

PENGOLAHAN TANAH

Tanah terlebih dahulu wajib melalui proses penggemburan dengan tutorial dicangkul alias dengan alat pertanian lainnya (traktor). Kedalaman galian tanah hendaknya 3o cm untuk dibalikkan. Setelah itu, didiamkan selagi 3-4 hari supaya terjadi proses penguapan dari tanah yg telah diolah.


Dengan anggapan lahan yg akan ditanami pohon nilam artinya tanah datar alias bekas persawahan, sebaiknya tanah yg telah gembur dibangun bedeng dengan lebar kurang lebih 3,2 m dengan panjang diadaptasi luas areal tanah. Setiap bedeng diberi jarak selebar 30 cm sebagai penampung saluran air sekaligus sebagai sarana jalan untuk mengontrol tanaman dengan kedalaman kurang lebih 15-25 cm.

Dengan lebar bedeng tersebut jadi pada bedeng bisa dibangun 3 celah dengan jarak masing-masing 80cm untuk menampung bibit sebanyak 3 polibag. Jarak celah dari pinggiran saluran masing-masing 30 cm.


Lubang untuk tanaman tersebut dibangun dengan diameter 12-15 cm alias diadaptasi dengan diameter polibag. Kemudian celah diberi pupuk sangkar sebanyak 0,00769 kg alias kurang lebih 2 sendok makan. Setelah itu, celah didiamkan selagi 2-3 hari. Selanjutnya, proses penanaman bibit bisa dilakukan.

PENANAMAN

Sebelum proses penanaman dilakukan jadi ada beberapa syarat dan tutorial dan mekanisme yg wajib dipenuhi supaya penanaman yg dilakukan mendapatkan yg akan terjadi optimal sesuai yg diharapkan dan pola budi daya. Adapun faktor tersebut dijelaskan sebagai berikut..

Iklim

Penanaman nilam sebaiknya dilakukan di kawasan yg mempunyai keadaan ideal, yaitu berada pada suhu rata-rata antara 22-280 C. Tingkat intensitas penyinaran matahari cukup, terlebih pada dikala tanaman mendekati masa panen.


Curah hujan yg ideal sebaiknya berada pada posisi antara 2.500-3.500 nunjtahun dan turun merata sepanjang tahun. Sementara tingkat kelembapan udara rata-rata di atas 75%.

Tanah

Pohon nilam bisa ditanam pada beberapa tipe kontur tanah, baik tanah datar, berbukit, ataupun tanah dengan tingkat kemiringan terjal. Namun, keadaan tanah yg disarankan subur, gembur, dan kaya humus supaya menawarkan yg akan terjadi yg sangat.


Tinggi tempat yg ideal yaitu 10-400 in di atas permukaan laut (dpl), tetap bisa ditanami hingga batas ketinggian 700 m dpl. Sementara pada ketinggian 700-2000 m dpl, nilam tetap bisa tumbuh, melainkan kadar/remdemen min). mknya tak sebagus di dataran rendah.


Keasaman tanah (pH) yg dikehendaki 5,5-6,5 dan tak boleh tergenang air. Agar tak tergenang, lahan sebaiknya dibangun bedeng supaya keadaan tingkat kelembapan tanah mudah dikendalikan Tanah hat tak lebih diperkenankan, sedangkan pasir dan tanah berkapur tak diperkenankan.

Cara Tanam

Penanaman bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu penanaman pribadi dan tak langsung.

Penanaman langsung

Bibit yg dipakai pada penanaman pribadi berupa setek yg dipetik dari lahan perkebunan dan ditanam dengan cara pribadi di lahan. Setiap celah ditanam 2-3 setek untuk menjaga setek yg mati.
Penanaman dengan tutorial ini memperlukan bibit setek yg lebih tak sedikit dan persentase kematiannya lebih besar. Oleh alasannya itu, tutorial ini tak disarankan untuk diterapkan di perkebunan budi daya.

Penanaman dengan cara tak pribadi (khusus budi daya)

Bibit yg dipakai pada tutorial ini melalui proses pesemaian alias pembibitan terlebih dahulu. Tanaman dipersiapkan selagi 6-8 minggu sebelum ditanam pada lahan. Pesemaian bisa dilakukan pada lahan tersendiri pemberian pelindung alias pada areal yg mempunyai pepohonan yg rindang. Namun, lahan memenuhi syarat, yaitu kemudahan persediaan air dalam jumlah lumayan dan mempermudah efektivitas monitoring untuk mengamati perkembangan dari bibit/setek

PEMELIHARAANTANAMAN

Pemupukan

Pemupukan hendaknya dilakukan dengan pedoman 5 tepat, yaitu cocok jenis, cocok jumlah, cocok waktu, cocok cara, dan cocok tempat.

Tepat jenis

Tepat tipe diartikan penggunaan tipe pupuk diadaptasi dengan tipe tanaman, yaitu pupuk sangkar dari domba dan ayam alias pupuk kimia berupa SP 36, urea, KCL, dan NPK.

Tepat jumlah

Tepat jumlah diartikan jumlah pemberian pupuk diadaptasi dengan luas areal tanaman. Sebagai contoh, untuk flap hektar per tahun rata-rata memerlukan pupuk sangkar masing-masing sebanyak too sak, SP 36 sebanyak 200 kg, urea sebanyak 200 kg , KCL sebanyak 150 kg, dan NPK sebanyak 100 kg.


Selain itu, pupuk organik bisa dipakai untuk lebih merangsang terjadinya proses pertumbuhan daun yg lebih cepat dalam jumlah banyak. Pemupukan memakai cairan penyubur tanaman (CPT) dengan takaran tho ml ditambah air sebanyak 40 liter untuk lahan seluas satu hektar.

Tepat waktu

Tepat waktu dimaksudkan supaya pemupukan dilakukan pada awal proses penanaman dengan dosis sesuai takaran. Pada masa pertumbuhan memasuki umur satu bulan diberi urea dan KCL alias SP 36 dan NPK sebanyak 1/4 tahap dan 1/3 bagian. Pemupukan ini diberikan satu minggu seusai panen pertama dan sisanya seusai panen kedua dan ketiga. Hal ini dimaksudkan supaya proses pertumbuhan tanaman lebih optimal

Tepat cara

Tepat tutorial diartikan perlakuan dan mekanisme pemberian pupuk beserta takaran jumlahnya dan urut-urutan pemberiannya mengikuti acara dan pola budi daya tanaman.

Tepat tempat

Tepat tempat diartikan lokasi penyimpanan pupuk berada pada tempat yg baik, mudah dijangkau, dan jarak antara tempat penyimpanan dan lahan budi daya soling berdekatan. Hal ini dilakukan supaya efektivitas dan efisiensi pemupukan menjadi lebih tinggi.

Penyulaman

Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman yg telah mati alias layu supaya jumlah tanaman sesuai sasaran yg diinginkan. Penentuan sasaran jumlah tanaman diadaptasi dengan lugs areal dan jarak tanam, yaitu 1 hektar dengan jumlah Wait maksimum 26.000 tanaman.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan seusai tanaman berusia kurang lebih umur tersebut, ketinggian tanaman mencapai 20-30 cm dan m cabang bertingkat dengan radius 20 cm. Penyiangan dilakukan de 2 (dua) cara, yaitu tutorial mekanis dan kimiawi.

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan seusai tanaman berusia 3 bulan, yaitu seusai terbentuk perdu yg saling menutupi satu sama lain di antara pohon alias tanaman. Pemangkasan dilakukan pada cabang tingkat tiga ke atas. Pemang¬kasan dan penjarangan dilakukan supaya tanaman terhindar dari agresi hama dan penyakit tanaman. Selain pemangkasan memberi ruang gerak lebih luas ker.hadap tanaman.

Pembumbunan

Pembumbunan dilakukan setekth proses panen selesai. Cabang-cabang dan dahan dan ranting yg ditinggalkan sesudah panen yg letaknya dekat dengan tanah ditimbun seting 10-15 cm. Cabang yg letaknya jauh dari tanah dipatabkan tahap ujungnya (tidak terputus dari batang) dan bagiar dari batang patah ditimbun dengan tanah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close
[ klik disini 1X ] [ close ]