Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
in feeds
250x250

Cacing Tanah si Hermaprodit Sahabat Para Petani

Cacing Tanah si Hermaprodit Sahabat Para Petani

Cacing Tanah si Hermaprodit Sahabat Para Petani
Cacing tanah, siapa yg tidak kenal fauna satu ini? Cacing tanah (Lumbricus rubellus) berbentuk tabung serta tersegmentasi dalam filum Annelida. Cacing tanah bisa menyuburkan serta menjaga kesuburan tanah. Kalimat yg telah sangat tidak jarang kita dengar dari beberapa sumber. Kira-kira Sahabat tau enggak asal mulanya kenapa cacing dikatakan sebagai salah satu Sahabat Petani? Oke, kita coba bahas bersama ya sahabat.

Cacing tanah awalnya akan memakan bahan organik yg terdapat di atas permukaan tanah. Kemudian turun ke tahap dalam tanah, dimana yg berarti cacing tanah ikut andil dalam perpindahan bahan organik dari lapisan atas menuju lapisan bawah tanah. Cacing tanah dikala berpindah ke tahap bawah juga membikin pori-pori pada tanah yg bisa membenahi aerasi tanah. Kotoran cacing tanah juga keren untuk pertumbuhan tanaman.

Cacing tanah juga dikenal sebagai dekomposer. Binatang hermaprodit (berjenis kelamin ganda) itu berperan dalam proses dekomposisi dengan menghancurkan bahan-bahan organik, sampah serta serasah pada lahan kawasan hidupnya.  Binatang kecil melata itu bisa bisa menggemburkan tanah yg keras dengan gerakan tubuhnya. Cacing memiliki kekuatan yg luar biasa. Kekuatannya bisa mencapai 40 kali berat badannya. Bila cacing tanah beratnya 50 kg jadi bisa menggerakkan berat 2.000 kg.

Dengan tutorial itu, cacing tanah sanggup menolong memodifikasi lingkungan serta menyediakan unsur hara bagi organisme lain. Cacing tanah bisa disebut sebagai ecosystem engineers. Selain itu cacing tanah juga tergolong organisme yg berperan dalam sustainable agriculture jadi tidak berlebihan bukan apabila kita menyebut cacing tanah sebagai salah satu teman petani.

Selain itu, di dalam dunia kesehatan, cacing tanah juga dimanfaatkan sebagai obat. Biasanya untuk obat penyakit tifus. Cacing tanah dikeringkan serta dijadikan tepung untuk dimasukkan ke dalam kapsul. Hal ini disebabkan cacing tanah mengandung protein dengan asam amino lebih lengkap daripada ikan serta daging. Sehingga kualitas gizinya lebih baik untuk makanan serta bahan kosmetik. Di Cina cacing tanah telah dijadikan sebagai bahan campuran kue. Di Indonesia hanya untuk makanan ternak. Di Cina, cacing tanah telah dimanfaatkan sebagai kosmetik dalam bentuk tepung cacing untuk menghaluskan kulit. Besar bukan fungsi dari salah satu fauna kecil ini? Setiap makhluk nasib baik sekecil apapun ukuran tubuhnya pasti memiliki peran serta tugasnya masing-masing untuk kehidupan serta lingkungan sekitarnya.(Tissa/SP)

Editor : Adhit/Fathkur

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel