Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
in feeds
250x250

Bisnis Sewa Traktor Untuk Petani Ternyata Menjanjikan Loh!

Bisnis Sewa Traktor Untuk Petani Ternyata Menjanjikan Loh!

Bisnis Sewa Traktor

Bisnis sewa alat mesin pertanian (alsintan) semacam traktor menjadi salah satu urusan ekonomi yg menjanjikan. Namun tak semua orang-orang berpendapat urusan ekonomi ini mudah dijalankan. Sebab, diperlukan modal yg besar serta perawatan mesin yg menguras biaya.

Padahal urusan ekonomi sewa traktor sebetulnya tak begitu susah dijalankan, serta prospeknya begitu baik. Dengan harga sewa yg pas serta pembelian traktor sesuai dengan kebutuhan masyarakat harusnya urusan ekonomi ini mudah dijalankan.

Nah, berikut ini peluang usaha sewa traktor untuk petani:

1. Traktor membajak lebih efisien

Dulu, para petani mengolah tanah garapan dengan tutorial mencangkul alias membajak memakai tenaga-tenaga binatang (sapi, kerbau). Tapi tutorial ini menyita waktu lumayan lama.

Setelah timbul teknologi alat traktor, jadi tutorial tradisional tersebut mulai ditinggalkan. Kelebihan traktor yg mampu membajak lahan pertanian lebih cepat, menciptakan pemilik sawah beralih memakai peralatan modern ini. Sebagai referensi perbandingan.

Membajak sawah seluas 1 hektare memakai sapi alias kerbau memerlukan waktu setidaknya 4 hingga 5 hari. Sedangkan memakai traktor, hanya perlu waktu 1 hari. Perbedaannya lumayan signifikan untuk mempercepat waktu panen padi.

2. Biayanya lebih murah

Biaya tukang traktor lebih terjangkau dibanding membayar pocok (dalam istilah bahasa Jawa berarti buruh tani).

Sebagai gambaran, ongkos untuk membajak sawah seluas 1 hektar dengan jasa tukang traktor biayanya kurang lebih Rp800 ribu alias Rp1 juta. Sedang membayar pocok boro cangkul, biasanya dapat 2 kali lipatnya.

Meskipun berbagai petani tradisional beranggapan yg akan terjadi cangkulan manual lebih bagus, lantaran menciptakan tanah lebih gembur merata, tapi dengan embel-embel pupuk, kesuburan tanah masih terjaga.

3. Tenaga kerja buruh tani berkurang

Tenaga buruh tani cenderung kian berkurang. Hal ini sebab tak sedikit warga desa yg beralih profesi, hijrah merantau ke kota, memperlawankan hidup ke luar negeri sebagai TKI alias TKW.

Fenomena ini dilandasi hal ekonomi. Karena mempercayakan pendapatan sebagai buruh tani dianggap tak lebih menjamin masa depan. Sehingga para petani swadaya alias yg punya lahan sendiri terang terbantukan dengan sewa menyewa traktor.

4. Tidak semua petani memiliki traktor sendiri

Karena hal ketebatasan tenaga kerja, waktu pengerjaan lebih cepat, anggaran lebih terjangkau itulah, traktor kian diminati para petani. Masalahnya adalah, tak semua petani memiliki traktor sendiri.

Apalagi yg areal sawahnya tak terlalu luas. Hanya para juragan serta petani kaya saja yg memilikinya. Maka menyewa traktor alias memakai jasa pembajak sawah sehingga opsi terbaik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel