Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
in feeds
250x250

10 Teknologi Pertanian Dalam Berbagai Bidang di Indonesia

10 Teknologi Pertanian Dalam Berbagai Bidang di Indonesia

Orang pertama yg beralih dari berburu dan mengumpulkan gaya nasib ke pertanian mungkin mempercayakan tangan kosong mereka, mungkin dibantu oleh tongkat dan batu. Tapi seiring perkembangan zaman, teknologi dalam bidang pertanian pun berkembang.  Teknologi pertanian adalah salah satu bidang teknologi modern yg paling revolusioner dan berdampak, didorong oleh kebutuhan mendasar akan pangan dan untuk memberi makan populasi yg terus tumbuh. Ini telah membuka era di mana mesin-mesin bertenaga melakukan pekerjaan yg sebelumnya dilakukan oleh insan dan fauna (seperti sapi dan kuda).

Mesin-mesin ini telah dengan cara besar-besaran meningkatkan yg akan terjadi pertanian dan dengan cara dramatis merubah tutorial orang-orang dipekerjakan dan menghasilkan makanan di seluruh dunia. Contoh mesin pertanian yg populer merupakan traktor. Saat ini, pertanian mekanis juga melibatkan penggunaan pesawat terbang dan helikopter.

Petani tak lagi wajib memakai air, pupuk, dan pestisida dengan cara seragam di seluruh bidang. Sebaliknya, mereka bisa memakai jumlah minimum yg diharapkan dan menargetkan area yg sangat spesifik, alias bahkan memperlakukan tanaman dengan cara berbeda.

Berikut ini beberapa contoh teknologi pertanian dalam beberapa bidang yg sangat mudah ditemukan dalam kehidupan, antara lain:

1. Traktor

Traktor


Traktor bisa didefinisikan sebagai kendaraan yg dirancang dengan cara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah, alias untuk luar biasa trailer alias implemen yg dipakai dalam bidang pertanian alias konstruksi.

Tapi istilah ini umumnya dipakai untuk mendefinisikan sebuah tipe kendaraan untuk pertanian. Pada umumnya instrumen pertanian digerakkan dengan memakai traktor, ditarik ataupun didorong, dan menjadi sumber mutlak mekanisasi pertanian.

Saat ini, manfaat traktor telah menggantikan manfaat tenaga fauna semacam sapi dan kerbau dalam pengolahan tanah. Keunggulan dalam memakai teknologi pertanian yg satu ini diantaranya yaitu pekerjaan lebih selesai, mudah dipakai dan praktis, yg akan terjadi tanah lebih baik, mengurangi anggaran produksi, menghasilkan panen bermutu tinggi.

2. Rotavator

Rotavator


Rotavator ialah alat yg dipakai untuk melakuakan pengolahan tanah pertama dan kedua. Untuk pengolahan tanah pertama alat ini dipakai untuk memotong, mencacah dan membolak-balikan tanah, sedangkan untuk pengolahan tanah kedua alat ini dipakai untuk merapihkan tanah, menghapus tanaman pengganggu (gulma) dan membenahi tata air.

3. Alat Panen Otomatis

Alat Panen Otomatis

Eldert Van Henten telah menyebarkan teknologi deteksi dan alat panen otomatis untuk beberapa tanaman buah semacam pir, pisang, persik, dan pisang di Wageningen University, Belanda.

Alat ini bisa mendeteksi level pigmen klorofil dan antosianin melewati alat yg disematkan pada buah yg diamati. Selain it,  alat ini juga dibekali dengan camera pendeteksi kombinasi warna (RGB) untuk mendeteksi kedalaman warna jadi ukuran buah bisa diketahui.

Setelah data memperlihatkan bahwa buah telah matang, jadi alat akan memanen buah hanya dalam waktu dua detik saja. Seluruh data yg berkaitan dengan kesehatan buah dan tanaman, tingkat kematangan, dan status lainnya akan terintegrasi pada smartphone sehingga bisa dipantau dengan cara real time. Penggunan teknologi ini bisa meningkatkan efisiensi dan ketepatan waktu pada ketika panen pun akan lebih terjaga.

4. Sensor Tanah dan Air 

Sensor Tanah dan Air


Sensor tanah dan air telah dipakai untuk pengairan dan pengelolaan air di pertanian selagi bertahun-tahun, melainkan dengan keberhasilan yg terbatas dalam tak sedikit kasus. Alat sensor  ini bisa mendeteksi tingkat kelembaban dan nitrogen, dan tambak bisa memakai info ini untuk menentukan kapan wajib menyirami dan memupuk daripada mempercayakan jadwal yg telah ditentukan.

Hal itu menghasilkan penggunaan sumber daya yg lebih efisien dan karenanya menurunkan biaya, melainkan juga menolong pertanian menjadi lebih pertanian ramah lingkungan dengan menghemat air, membatasi erosi dan mengurangi tingkat pupuk di sungai dan danau setempat.

5. Transplanter (Alat Tanam Sistem Pindah) 

Transplanter (Alat Tanam Sistem Pindah)
Transplanter merupakan alat penanam bibit dengan jumlah, kedalaman, jarak dan keadaan penanaman yg seragam. Konsep teknologi pertanian yg satu ini menganut sistem jajar legowo dari Jawa Timur dalam proses penanaman beragam jenis padi.

Transplater dipercaya bisa meningkatkan produksi padi hingga 30%. Jarak yg cocok antar ciri padi lebih mempermudah petani dalam faktor perawatan.

Penggunaan alat transplanter mengharuskan beberapa persyaratan teknis diantaranya:

  1. Olah tanah tepat (lahan pertanian rata/datar)
  2. Lahan yg macak-macak (irigasi teknis)
  3. Persemaian sistem dapok (petak-kecil)

6. Indo Combine Harvester 

Indo Combine Harvester


Mesin panen padi Indo Combine Harevester ialah mesin yg menggabungkan pekerjaan potong-angkut-rontok-pembersih-sortasi-pengantongan dalam satu proses kegiatan, jadi bisa mempermudah pekerjaan petani.

Selain itu, penggunaan indo combine harvester tak memperlukan tak sedikit orang-orang untuk memanen tanaman padi, alasannya satu mesin ini hanya butuh tiga orang-orang saja, dengan kapasitas kerja empat hingga enam jam per hektar.

Teknologi ini akan terus baik performanya jika diaplikasikan pada lahan yg basah. Indo combine transplanter mempunyai gaya tekan ke permukaan tanah 0.13kg/cm2, memperkecil kemungkinan bagi mesin untuk terperosok dalam tanah. Hebatnya lagi, mesin pertanian yg satu ini sanggup menghasilkan gabah dengan tingkat kebersihan 99.5%.

7. Mesin Pemilah Bibit Unggul

Mesin Pemilah Bibit Unggul

 

Dengan mempunyai bibit yg unggul, jadi tanaman yg dihasilkan pun akan lebih berkualitas. Jika dulun petani tida bisa menentukan bibit mana yg akan menghasilkan flora terbaik, ketika ini telah ditemukan teknologi pertanian untuk memilah bibit yg unggul. Penggunaan mesin pemilah bibit unggul ini tak sedikit diterapkan oleh perusahaan penyedia bibit.

Misalnya pemilihan bibit jagung hibrida. Bibit jagung ini mempunyai nilai yg terbaik, Tanaman yg akan dihasilkan memppunyai nilai tonggol unggul dan biji jagung yg terus banyak. Dengan adanya mesin pemilah bibit unggul, pasti petani tak butuh lagi khawatir menanam bibit dengan nilai yg buruk.

8. Alat Pengering Kedelai 

Alat Pengering Kedelai


Teknologi pertanian yg satu ini sangat menolong petani untuk mencegah penurunan nilai kedelai alasannya proses pengeringan yg terlambat.

Dengan memakai alat pengering ini, proses pengeringan kedelai yg biasanya berjalan selagi 8 hari, bisa dipersingkat menjadi 1 hari saja. Selain itu, mesin ini juga bisa meningkatkan daya tumbuh benih kedelai hingga 90.3%.

9. Instalasi Pengolah Limbah 

Instalasi Pengolah Limbah


Seringkali limbah dalam arti ternak tak dikelola dengan baik oleh para petani. Padahal, limbah ternak  dapat dipakai untuk faktor yg lebih baik, umpama dipakai untuk pupuk organik. Kini telah ada instalasi pengolah jenis limbah pertanian yg bisa mempermudah petani dalam mengolah limbah pertanian. Dengan mengggunakan instalasi ini barang yg awalnya tak berguna bisa diubah menjadi pupuk kompos dan biogas.

10. Teknologi Minikromosom (Mini chromosomal Technology)

Teknologi Minikromosom (Mini chromosomal Technology)


Mungkin salah satu kemajuan paling luar biasa dalam teknologi pertanian datang dalam paket yg sangat kecil. Minikromosom merupakan struktur kecil di dalam sel yg mengandung sangat sedikit materi genetik melainkan dapat, dalam istilah awam, menyimpan tak sedikit informasi.

Dengan memakai minikromosom, pakar genetika pertanian bisa menambahkan lusinan dan bahkan mungkin ratusan sifat pada tanaman.

Ciri-ciri ini bisa sangat kompleks, semacam toleransi kekeringan dan penggunaan nitrogen. Namun, apa yg paling luar biasa mengenai teknologi minikromosom merupakan bahwa kromosom orisinil tanaman tak diubah dengan tutorial apa pun. Itu menghasilkan persetujuan pengaturan yg lebih cepat dan penerimaan yg lebih luas, lebih cepat dari konsumen.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel