google-site-verification=IVOqN9zefZ2xmz4Lr5KJUHKnhySjBo5yl3cZM-cxu8s -->

Peluang Usaha terbaru Budidaya Kokedama 2021 Sangat Menjanjikan di Indonesia

Peluang Usaha Budidaya Kokedama Sangat Menjanjikan

Kokedama dalam bahasa Jepang terdiri atas dua kata, ‘koke’ berarti lumut serta ‘dama’ yg artinya bola. Jadi, ‘kokedama’ merupakan bola lumut. Tradisi membudidayakan kokedama bersumber dari Negeri Sakura sudah lama dilakukan. Kini bulatan media tanam seukuran bola kecil berselimut lumut yg di atasnya ditumbuhi tanaman kaktus tengah tren di kalangan masyarakat perkotaan di Indonesia. Kokedama sendiri terbukti sangat bagus sebagai penghias ruangan ataupun halaman.

Salah seorang mahasiswa Fakultas Pertanian di Universitas Padjajaran Bandung bernama Faldi Adisajana berminat membikin kokedama semenjak 2013 lalu. Berbagai tanaman hias semacam echeveria, haworthia, serta cryptanthus disulap menjadi boneka kokedama.

Peluang Usaha terbaru Budidaya Kokedama 2021 Sangat Menjanjikan di Indonesia

Peluang Usaha terbaru Budidaya Kokedama 2021 Sangat Menjanjikan di Indonesia

Peluang Usaha terbaru Budidaya Kokedama 2021 Sangat Menjanjikan di Indonesia

Tanaman yg lebih besar semacam anggrek, poinsettia alias kastuba, philodendron, peperomia, dusty miller, palem, begonia, serta jeruk mandarin juga sanggup tumbuh di kokedama.

Faldi membikin boneka lumut sebab kecintaannya kepada tanaman hias. Ia ingin membikin inovasi tanaman hias tanpa memakai pot. Pria berusia 22 tahun ini mengambil sekulen di pekarangan rumahnya serta membungkus tanah semacam bola.

Dari situlah timbul inspirasi untuk membikin boneka lumut serta menekuni usaha memproduksi serta menjual kokedama sampai ketika ini.

Faldi memperoleh bahan baku kokedama dari petani di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Ia menambahkan tanah, kerikil halus, serta serbuk sabut kelapa sebagai media tanam, dengan rasio 2 : 1 : 1. Setelah itu, ia membungkus media tanam itu dengan lumut dengan ketebalan 2—3 cm.

Target pasaran kokedama sendiri mulai dari anak-anak sampai dewasa.

“Sebenarnya sasaran ke anak-anak sebab saya ingin mereka mempunyai rasa cinta kepada tanaman. Saya ingin membuatnya lebih luar biasa dengan menambahkan mata, tangan, kaki, serta mulut. Namun, tidak sedikit orang-orang dewasa yg memesan untuk souvenir,” kata Faldi semacam melansir Majalah Trubus.

Menurut Faldi, kokedama menambah kualitas hemat tanaman hias khususnya tipe sekulen. Faldi menjual kokedama buatannya kurang lebih Rp100.000—Rp440.000. Faldi juga memasarkan kokedama melewati jejaring sosial serta juga di beberapa pameran, baik di Bandung maupun Jakarta. Selain pasar domestik, Faldi juga tidak jarang mendapat pesanan dari Thailand serta Korea.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close
[ klik disini 1X ] [ close ]