Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
in feeds
250x250

Cara Menanam Bawang Merah Dengan Hasil Yang Melimpah

Cara Menanam Bawang Merah Dengan Hasil Yang Melimpah

Saat ini cara menanam bawang merah telah tak sedikit mengalami inovasi serta kemajuan. Banyak petani yg memanfaatkan beberapa teknologi terakhir untuk budidaya bawang merah, jadi akibat yg didapat juga lebih melimpah. Bawang merah ialah tipe tanaman holtikutura musiman yg mempunyai kualitas hemat lumayan tinggi. Pada ketika animo panen yg dilakukan dengan cara bersamaan terkadang membikin harga bawang merah anjlok. Oleh sebab itu butuh menanam bawang merah di luar masa tanam pada umumnya.

Budidaya bawang merah diluar masa tanam butuh dilakukan supaya tak terjadi penumpukan bawang merah di pasaran. Apalagi daya tahan komoditas ini relatif pendek jadi kalau terjadi penumpukan akan terjadi pembusukan. Hal tersebut pasti akan merugikan petani yg membudidayakan tanaman ini. Untuk melakukan faktor tersebut pasti diperlukan peran pemerintah dalam mengedukasi para petani yg menanam bawang merah.

Panduan Praktis Cara Menanam Bawang Merah

Panduan Praktis Cara Menanam Bawang Merah
Budidaya Bawang Merah – pixabay.com

Budidaya bawang merah tepat dilakukan ketika animo panas tiba, sebab tanaman memerlukan penyinaran matahari lebih dari 12 jam setiap harinya. Untuk budidaya bawang merah sebaiknya memilih lingkungan yg berada di ketinggian 0 hingga 900 di bawah permukaan laut. Sedangkan suhu tempat yg mendukung pertumbuhan bawang merah kurang lebih 25 hingga 35 derajat celcius. Sedangkan batas keasaman tanah berkisar antara pH 5,6 hingga 7.

Di bawah ini akan dibahas tentang panduan teknis budidaya bawang merah dengan tutorial yg mudah. Cara ini telah tak sedikit diaplikasikan oleh petani bawang merah serta memperoleh akibat yg lumayan memuaskan. Langsung saja mulai untuk langkah-langkah menanam bawang merah.

Memilih Bibit Bawang Merah

Ada tak sedikit sekali varietes benih bawang merah yg dapat Kalian budidayakan. Diantaranya ada benih lokal hingga benih hibrida impor. Bntuk benih yg dipasarkan ada yg berupa biji, ada juga benih yg berupa umbi. Jenis bibit yg kedua yg tak sedikit dipakai oleh petani dalam budidaya bawang merah. Benih bawang merah yg baik ialah benih yg bersumber dari umbi yg dipanen tua alias kurang lebih usia 80 -100 hari tergantung pada lokasi tanam.

Jumlah benih yg diperlukan dalam budidaya bawang merah juga bergantung dengan varietes apa yg akan ditanam. Untuk jarak tanam 20 x 20 dengan bobot benih 5 gram diperlukan kurang lebih 1,4 ton benih untuk setiap hektarnya. Untuk bobot benih umbi yg sama serta memakai jarak tanam 15 x 15 diperlukan kurang lebih 2,4 ton benih per hektar. Bila ukuran serta berat benih lebih kecil pasti kebutuhan bibit per hektarnya lebih sedikit lagi.

Mengolah Tanah serta Menanam Bibit Bawang Merah

Sebelum menanam bawang merah terlebih dahulu butuh dipersiapkan lahan tanam. Buatlah bedengan dengan lebar 1-1,2 meter, tinggi bedengan 50 cm, serta pajang bedengan diubahsuaikan dengan lahan yg tersedia. Buatlah jarak antar bedengan kurang lebih 50 cm, sekaligus dijadikan sebagai parit dengan kedalaman 50 cm. Gemburkan tanah di bedengan dengan tutorial mencangkulnya sedalam 20 cm. Bentuk permukaan bedengan menjadi rata.

Apabila keadaan keasaman tanah tak lebih dari pH 5,6, gunakan kapur alias dolomit sebanyak 1-1,5 ton untuk satu hektar lahan. Penamabahan kapur ini hendaknya dilakukan kurang lebih 2 minggu sebelum tanah ditanami bawang merah.

Untuk pupuk dasar, gunakan pupuk sangkar alias pupuk kompos. Tebarkan pupuk tersebut ke atas bedengan kemudian aduk dengan tanah hingga merata. Bisa juga dengan menambahkan pupuk kimia semacam ZA, SP-36 serta KCL sebanyak 47 Kg, 311 Kg serta 56 Kg untuk lahan satu hektar. Campurkan semua pupuk buatan tersebut kemudian diamkan selagi satu minggu sebelum bedengan ditanami bibit bawang.

Siapkan umbi alias bibit bawang merah yg telah siap ditanam. Apabila bibit yg dipakai berumur tak lebih dari 2 bulan sebaiknya dilakukan penggoresan dibagian ujung umbi, kurang lebih 0,5 cm. Hal ini berfungsi untuk memecah masa dorman jadi mempercepat tumbuhnya tunas tanaman.

Cara menanam bawang merah pada animo kemarau ialah memperlihatkan jarak tanam dipadatkan menjadi 15 x 15 cm. Sedangkan penanaman pada animo penghujan buatlah jarak tanam minimal 20 x 20 cm. Cara menanam benih bawang merah yakni dengan tutorial membenamkan seluruh tahap umbi ke dalam tanah.

Perawatan Budidaya Bawang Merah

Cara Menanam bawang merah yg butuh diperhatikan ialah penyiraman tanaman. Aktivitas ini sebaiknya dilakukan dua kali sehari yakni pada waktu pagi serta sore hari. Hal ini dilakukan dari awal penanaman hingga tanaman berumur 10 hari, seusai itu frekuensinya dikurangi menjadi satu kali sehari.

Perawatan selanjutnya ialah pemberian pupuk tambahan yg dilakukan ketika tanaman berumur 2 minggu dari awal tanam. Jenis pupuk yg dipakai ialah campuran dari KCI, ZA, urea. Komposisi masing-masing pupuk ialah 112 Kg, 200 Kg serta 93 Kg. Pemupukan selanjutnya dilakukan ketika tanaman memasuki usia 5 minggu dengan komposisi pupuk urea 47 Kg, ZA 100 Kg, serta KCI 56 Kg per hektar. Pepukan dilakukan dengan tutorial membikin guritan di kurang lebih tanaman.

Cara menanam tanaman bawang merah selanutnya ialah membersihkan tanaman gulma yg tumbuh di kurang lebih bawang merah. Penyiangan gulma ini biasanya dilakukan 2 kali per satu animo tanam. Untuk menghemat anggaran perawatan, penyiangan gulma dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan. Tetapi kalau tanaman gulma yg tumbuh terlalu tak sedikit wajib segera dilakukan penyiangan.

Pengendalian Hama Tanaman Bawang Merah

Hama serta Penyakit Bawang Merah

Tanaman bawang merah mempunyai beberapa tipe hama serta penyakit yg menyerang. Tapi ada beberapa tipe penyakit yg tak jarang menyerang budidaya bawang merah yakni hama ulat serta penyakit layu. Hama ulat tak jarang menyerang daun bawang, gejala yg ditimbulkan terkesan bercak putih pada daun. Bila daun diteropong akan terkesan bekas gigitan ulat.

Untuk menanggulangi hama ini dapat dilakukan dengan tutorial manual yakni dengan mengambil ulat serta telur dengan cara langsung, kemudian dimusnahkan. Bila budidaya bawang dilakukan dalam sekala besar, penanggulangan hama ini dapat dilakukan dengan memakai feromon sex perangkap. Gunakan kurang lebih 40 buah untuk setiap hektarnya. Bila agresi menghebat serta mengakibatkan kerusakan pada tanaman dapat dilakukan penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif klorfirifos.

Jenis penyakit layu juga tak jarang menyerang bawang merah. Gejala yg ditimbulkan semacam daun menguning semacam terpilin. Bagian pangkal bawang merah mulai membusuk. Bila faktor ini terjadi segera cabut tanaman yg terindikasi terkena penyakit ini, kemudian bakar tanaman tersebut. Langkah selanjutnya ialah dengan menyemprotkan fungisida.

Panen Budidaya Bawang Merah

Salah satu ciri tanaman bawang merah yg telah siap untuk dipanen jika 60-70% daun bawang telah mulai rebah. Atau dapat dilakukan pemeriksaan umbi dengan cara acak. Khusus kalau memakai bibit dari umbi, tingkat daun yg rebah wajib mencapai 90%.

Cara menanam bawang merah selanjutnya ialah memperhatikan tanaman yang sudah mulai dapat dipanen. Biasanya bawang merah merah dapat mulai dipanen dalam rentang waktu 55-70 haris semenjak tanam. Produktivitas bawang merah juga bervariasi, tergantung dengan iklim, cuaca serta tipe bawang yg ditanam. Di Indonesia rata-rata dalam satu hektar lahan dapat menghasilkan kurang lebih 3-12 ton bawang merah dengan rata-rata nasional mencapai 9,47 ton per hektar.

Umbi bawang yg telah dipanen akan melewati proses pengeringan terlebih dahulu. Untuk mengerikan bawang merah dapat dilakukan dengan proses penjemuran selagi 7-14 hari. Bila kadar air pada bawang telah turun menjadi 85% berarti bawang telah kering serta siap untuk dipasarkan.

Akhirnya berakhir juga panduan praktis tutorial menanam bawang merah. Janagan lupa untuk mempraktekan apa yg telah diajarkan pada postingan di atas. Baca juga panduan Cara Menanam Cabe Keriting dalam Polybag alias Pot.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel